| Informasi Botani | |
| Nama Umum | Black Pepper |
| Nama ilmiah | Piper nigrum L. |
| Famili | Piperaceae |
| Status konservasi | Belum diketahui1 |
| Deskripsi | Piper nigrum adalah tanaman merambat berkayu dengan batang menjalar dari keluarga Piperaceae yang berasal dari India Selatan dan Sri Lanka. Tanaman ini dapat mencapai tinggi hingga 10 meter dengan bantuan akar udara. Daunnya tunggal berselang-seling, lebar, mengilap, dan berwarna hijau. Bunganya berukuran kecil, tumbuh dalam bulir-bulir padat yang terdiri atas kelompok-kelompok berisi 50 kuntum bunga. Buahnya, yang dikenal sebagai lada, berdiameter sekitar 5 mm dengan aroma yang tajam. Saat matang, buah lada berubah warna menjadi kuning kemerahan dan mengandung satu biji. |
| Etnobotani | Lada hitam sendiri merupakan salah satu rempah tertua yang dikenal manusia, dibudidayakan luas di Asia Tenggara untuk keperluan kuliner. Sejak dahulu, rempah ini menjadi komoditas perdagangan penting antara India dan Eropa, bahkan pernah digunakan sebagai alat tukar; Di Yunani dan Romawi kuno, lada hitam digunakan sebagai bentuk pembayaran upeti.2 |
| Sejarah (Diambil dari buku 'The Volatile Oils' karya Gildemeister dan Hoffman, 1913) | Lada hitam tercatat dalam teks Sanskerta dan literatur India kuno. Theophrastus, Dioscorides, dan Pliny pernah menulis tentang perbedaan lada hitam, lada putih, dan lada panjang. Minyak lada kemungkinan sudah dikenal sejak Abad Pertengahan, dengan penyebutan pertama oleh Saladin pada 1488. Minyak lada hitam pertama kali dijelaskan secara rinci oleh Valerius Cordus pada tahun 1561. Metode penyulingan minyak atsiri lada hitam pertama kali dideskripsikan oleh Winther dari Andernach pada tahun 1571. Farmakope Dispensatorium Noricum (1589) menjadi yang pertama mencantumkan minyak ini.3 Dalam karyanya tahun 1854, Pereira menyebut minyak atsiri lada hitam memiliki khasiat penurun demam mirip piperin dan digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan yang terkait kelemahan tubuh.4 |
| Informasi Ekstraksi | |
| Negara asal | Indonesia, Malaysia, Madagascar, India |
| Bagian tanaman yang digunakan | Biji yang sudah dikeringkan |
| Metode ekstraksi | Distilasi uap |
| Rendemen | 1.0 – 4.0% |
| Warna minyak | Bening hingga kuning/hijau pucat |
| Catatan tambahan | Lada hijau adalah buah lada segar yang masih utuh. Lada putih adalah buah lada yang telah matang sempurna, yang kulit luar berdagingnya telah dikupas sebelum dikeringkan. Sedangkan lada hitam adalah buah lada yang hampir matang, dikeringkan secara utuh dan dipisahkan dari tangkainya. |
|
Kimia Aromatik Sebanyak kurang lebih 94 jenis molekul kimia membentuk sekitar 86,1 – 94,6% dari keseluruhan minyak atsiri lada hitam. |
|
| Komponen Utama | β-caryophyllene (13,2-20.4%), limonene (16-18%), β-pinene (8-14,2%), ⍺-pinene (6,32-12,1%). |
| Komponen Lainnya |
Monoterpenes: limonene (16-18%), β-pinene (12-14,2%),
⍺-pinene (6,32-12.1%), ⍺-thujene (0,8-1,5%), sabinene (1,2-3,3%),
delta-3-carene (2,3-7.08%), p-cymene (0,2-3%), terpinolene (0,2-1%) Sesquiterpenes: β-caryophyllene (13,2-20,4%), cuparene (2,7-3,5%), ⍺-humulene (1,6-2,8%), ⍺-amorphene (tr - 1,1%), cuparene (2,7-3,5%), gamma-cadinene (0,7-1,3%) Monoterpenols: terpinen-4-ol (0,5-1,1%), ⍺-terpineol (0,3-1%), linalool (0,1-0,2%) Sesquiterpenols: z-nerolidol (0,2-2,7%), farensol (0,1-2,1%) Oxides: β-caryophyllene oxide (0,3-1,3%)5,6 |
Minyak atsiri black pepper yang sudah teroksidasi dapat menimbulkan sensitisasi pada kulit, sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk aplikasi topikal maupun produk perawatan tubuh.
Minyak atsiri yang kaya akan monoterpene seperti black pepper umumnya memiliki umur simpan relatif singkat, yakni sekitar 1–3 tahun.
Memiliki status GRAS (Generally Recognized As Safe).
| Aksi Terapeutik | |
| Sistem Tubuh | Aksi |
|---|---|
| Imunitas | Diaforetik, febrifuge |
| Muskuloskeletal | Analgesik7, rubefasien |
| Pencernaan | Karminatif, membantu detoksifikasi, mendukung proses pencernaan secara umum, |
| Pernapasan | Anti-catarrhal |
| Saraf | Afrodisiak |
| Urinaria | Diuretik |
| Manfaat umum lainnya | Antibakteri8, anti-inflamasi9, antimikroba10, anticociceptive, antioksidan, antispasmodik, antivirus |
| *Untuk penjelasan istilah aksi terapeutik dalam tabel, lihat Bab Pertama: Membangun Hubungan dengan Minyak Atsiri. | |
Sistem Tubuh Yang Dipengaruhi:
Muskuloskeletal, Peredaran darah, Pencernaan, Psikis / Emosi
| Informasi Blending | |
| Deskripsi aroma | Pedas, beraroma lada, hangat |
| Blending factor | 3 - 4 |
| Blending notes | Middle note |
| Cocok dipadukan dengan | Carrot seed, Clove bud, Fennel, Ginger, Grapefruit, Laurel, Lemon, Mandarin, Neroli, Niaouli, Rose, Rosemary, Sweet marjoram, Spearmint, Tea tree |
| Pengganti yang disarankan | Ginger, Pink pepper |
| Indikasi Utama | |
| Sistem Muskuloskeletal | Nyeri otot, pereda nyeri, rematik, kekakuan otot, nyeri artritis, nyeri rematik, menghangatkan otot sebelum olahraga, pijat olahraga (C+++, Fb++) |
| Sistem Pencernaan | Gangguan pencernaan, membantu peristaltik usus, perut kembung, pencernaan lambat, kurang nafsu makan, meningkatkan api pencernaan “Agni” pada pengobatan ayurveda (C+++, O++, I+++) |
| Pernapasan | Pilek, flu, bronkitis kronis, kedinginan, lendir berlebih, membantu berhenti merokok11, sakit tenggorokan, radang tenggorokan (laringitis) (C+++, I+++, O++, FB+) |
| Sistem Saraf | Neuritis (radang saraf), neuropati perifer (gangguan saraf tepi), kelelahan, nyeri skiatika (C+++, I++) |
| Sistem Sirkulasi | Peredaran darah yang lambat, chilblains (peradangan akibat udara dingin), sindrom Raynaud, sensitif terhadap udara dingin (C+++, FB+++) |
| Psikis / Emosi | Kelelahan umum, bersifat stimulan, meningkatkan stamina saat tubuh lelah, rasa dingin secara emosional, apatis, daya tahan rendah, gugup, lemah kemauan, saraf yang rapuh, kehilangan motivasi, kelelahan mental dan emosional, perasaan tidak aman terhadap diri sendiri atau orang lain (I+++, C+++, FB++).12 |
|
C – cutaneous (melalui kulit) D – diffusion (melalui udara) FB – foot bath (rendam kaki) I – inhalation (melalui pernapasan) O – oral (dengan ditelan) RS – rectal suppository (melalui anus) SI – steam inhalation (inhalasi uap) Sp – spritzer (semprot) Sz – sitz bath (rendam duduk) VP – vagina pessarium (melalui organ vagina) |
Tingkat rekomendasi penggunaan +++ sangat disarankan ++ disarankan + pendukung |
Minyak atsiri black pepper (Piper nigrum) membantu menghentikan kebiasaan merokok. Sebuah studi di North Carolina melibatkan 48 perokok yang selama tiga jam tidak diperbolehkan merokok. Mereka diberi rokok palsu berisi ekstrak black pepper, mint/menthol (plasebo 1), atau tanpa tambahan apa pun (plasebo 2). Hasilnya, partisipan yang menghirup aroma black pepper melaporkan penurunan signifikan dalam keinginan untuk merokok.13
Menghirup minyak atsiri black pepper (Piper nigrum) menunjukkan aktivitas analgesik. Studi double-blind placebo-controlled tahun 2016 yang dipublikasikan dalam World Journal of Traditional Chinese Medicine meneliti potensi minyak atsiri black pepper sebagai analgesik. Sebanyak 54 pasien dengan keluhan nyeri dibagi secara acak menjadi dua kelompok: kelompok pertama menghirup minyak atsiri black pepper, sedangkan kelompok kedua menghirup plasebo (sesame oil). Hasilnya, kelompok yang menghirup black pepper melaporkan rasa nyeri yang jauh lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo.14
Menghirup minyak atsiri black pepper meningkatkan kemampuan menelan pada pasien lansia dengan disfagia. Sebuah studi acak terkontrol yang diterbitkan dalam Journal of the American Geriatrics Society (2006) meneliti efek inhalasi black pepper pada 100 pasien panti jompo yang mengalami disfagia. Selama penelitian (Juni 2001 – Maret 2002), pasien dibagi menjadi tiga kelompok: inhalasi black pepper, lavender, dan air suling (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menghirup black pepper mengalami perbaikan signifikan dalam fungsi sensorik dan refleks menelan. Para peneliti menduga efek ini berkaitan dengan aktivasi korteks insular kanan otak.15
Minyak atsiri black pepper (Piper nigrum) menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dan anti-asetilkolinesterase (enzim yang memecah asetilkolin).16
1Black pepper | plant, cultivation, & description. (2020, January
30). Encyclopedia Britannica.
https://www.britannica.com/plant/black-pepper-plant
2Meghwal, M., & Goswami, T. K. (2013). Piper nigrum and piperine:
An update. Phytotherapy Research: PTR, 27(8), 1121–1130.
https://doi.org/10.1002/ptr.4972
3Gildemeister, E. & Hoffmann, Fr. (1913). The Volatile oils.
London, England: Longmans, Green, and Co.
4Pereira, 1854: The Elements of Materia Medica and Therapeutics.
.html version copyright © 2008–2017 Henriette Kress. Retrieved from:
https://www.henriettes-herb.com/eclectic/pereira/piper.html
5Sasidharan, I. & Menon, A.N. (2010). Comparative chemical
composition and antimicrobial activity of berry and leaf essential oils of
Piper nigrum L. International journal of biological medicine research, 1(4),
215-219.
6Morshed, S., Hossain, M.D., Ahmad, M., Junayed, M. (2017).
Physiochemical charachteristics of essential oil of black pepper (Piper
nigrum) cultivated in Chittagong, Bangladesh. Journal of food quality and
hazards control, 4, 66-69.
7Costa, R., Machado, J., Abreu, C. (2016). Evaluation of analgesic
properties of Piper nigrum essential oil: a rendomized, double-blind
placebo-controlled study. World journal of traditional Chinese medicine, 2(2),
60-64. doi:10.15806/j.issn2311-8571.2015.0032
8Dorman, H. J., & Deans, S. G. (2000). Antimicrobial agents from
plants: antibacterial activity of plant volatile oils. Journal of applied
microbiology, 88(2), 308–316.
https://doi.org/10.1046/j.1365-2672.2000.00969.x
9Lomarat, P., Sripha, K., Phanthong, P., Kitphati, W.,
Thirapanmethee, K., Bunyapraphatsara, N. (2015). In vitro biological
activities of black pepper essential oil and its major components relevant to
the prevention of Alzheimer's disease. Thai journal of pharmaceutical
sciences, 39(3), 94-101.
10Sasidharan, I. & Menon, A.N. (2010). Comparative chemical
composition and antimicrobial activity of berry and leaf essential oils of
Piper nigrum L. International journal of biological medicine research, 1(4),
215-219.
11Rose, J. E., & Behm, F. M. (1994). Inhalation of vapor from black
pepper extract reduces smoking withdrawal symptoms. Drug and alcohol
dependence, 34(3), 225–229. https://doi.org/10.1016/0376-8716(94)90160-0
12Worwood, V. (1996). The fragrant mind. Novato, CA: New World
Library.
13Rose, J. E., & Behm, F. M. (1994). Inhalation of vapor from black
pepper extract reduces smoking withdrawal symptoms. Drug and alcohol
dependence, 34(3), 225–229. https://doi.org/10.1016/0376-8716(94)90160-0
14Costa, R., Machado, J., Abreu, C. (2016). Evaulation of analgesic
properties of Piper nigrum essential oil: a rendomized, double-blind
placebo-controlled study. World journal of traditional Chinese medicine, 2(2),
60-64. doi:10.15806/j.issn2311-8571.2015.0032
15Ebihara, T., Ebihara, S., Maruyama, M., Kobayashi, M., Itou, A.,
Arai, H., & Sasaki, H. (2006). A randomized trial of olfactory stimulation
using black pepper oil in older people with swallowing dysfunction. Journal of
the American Geriatrics Society, 54(9), 1401–1406.
https://doi.org/10.1111/j.1532-5415.2006.00840.x
16Lomarat, P., Sripha, K., Phanthong, P., Kitphati, W.,
Thirapanmethee, K., Bunyapraphatsara, N. (2015). In vitro biological
activities of black pepper essential oil and its major components relevant to
the prevention of Alzheimer's disease. Thai journal of pharmaceutical
sciences.
Karimatarii 2025