Foundation of Aromatherapy : Level One
Program Sertifikasi Online
Course Content
Modul 3: Monograf Minyak Atsiri
0/1
copy of courses

Pelajaran 3.2 : Black Pepper

Infomasi BotaniInfomasi Botani
Nama UmumClary Sage
Nama ilmiahSalvia sclarea L
FamiliLamiaceae
Status konservasiRisiko rendah (Least concern)1
DeskripsiClary sage (Salvia sclarea) adalah tanaman aromatik herba dari famili Lamiaceae. Pada tahun pertama, tanaman ini tumbuh sebagai roset basal dengan daun lebar berwarna hijau keabu-abuan. Pada tahun kedua, batang berbunga muncul dengan tinggi 90–120 cm. Bunganya kecil, berbentuk tabung, berwarna putih krem hingga ungu lilac, dilengkapi bract putih hingga ungu muda kemerahan, dan mekar pada musim panas. Batangnya berbentuk segi empat, kokoh, berbulu, dan bertekstur kasar. Clary sage umumnya bersifat biennial, tetapi dalam kondisi tertentu dapat hidup lebih lama. Nama genus Salvia berasal dari bahasa Latin salveo (‘menyembuhkan’), sedangkan nama umum clary berasal dari kata clarus (‘jernih’), yang merujuk pada penggunaan tradisionalnya sebagai pencuci mata. Adapun nama spesies sclarea sering dikaitkan dengan kata Yunani skeria (‘keras’), yang mengacu pada struktur tanamannya.
EtnobotaniClary sage memiliki sejarah panjang sebagai tanaman obat yang sangat dihargai. Secara tradisional, tanaman ini digunakan untuk membantu mengatasi kecemasan, gangguan menstruasi, penyakit ginjal, nyeri otot, insomnia, dan gangguan pencernaan. Di era modern, clary sage juga dimanfaatkan dalam dunia kuliner sebagai perisa untuk anggur, vermouth (anggur aromatik), dan minuman keras, serta sebagai bahan aromatik dalam sabun, parfum, dan kosmetik.2
Informasi EkstraksiInformasi Ekstraksi
Negara asalJerman, Perancis, Rusia
Bagian tanaman yang digunakanUjung bunga (flowering tops)
Metode ekstraksiDistilasi uap
Rendemen0,12 – 0,3%
Warna minyakTidak berwarna hingga kuning pucat
Kimia AromatikSebanyak lebih dari 56 komponen menyusun 98,94% dari total minyak atsiri clary sage
Komponen UtamaLinalool (10–18,18%) Linalyl acetate (45–74,6%)
Komponen LainnyaMonoterpene: α-pinene (4,4–4,57%), β-myrcene (1,01%), limonene (1,55%), myrcene (1,5%), sabinene (3,3%)
Sesquiterpene: β-caryophyllene (1,83%), germacrene D (0,84 – 11,4%)
Diterpene: sclareol (0,1 – 1,2%)
Monoterpenol: α-terpineol (3,5–5,5%), linalool (12,4–18,18%), nerol (1,1%), β-terpineol (1,19%)
Ester: linalyl acetate (39,2–57,9%), geranyl acetate (1,6–3,5%)
Oxides: 1,8 cineole (2,29%)
Catatan tambahanAda beberapa kemotipe clary sage telah diidentifikasi, antara lain:
– Clary sage ct. geraniol/geranyl acetate (Israel)
– Clary sage ct. methyl chavicol (Sardinia)
– Clary sage ct. germacrene D (Sisilia)

Informasi Keamanan

  • Tidak ada peringatan atau kontraindikasi yang diketahui.
  • Memiliki status GRAS (Generally Recognized As Safe).
Aksi TerapeutikAksi
MuskuloskeletalAnalgesik, relaksan otot
KardiovaskularHipotensif
PernapasanAntitusif
Reproduksi / GeneratifEmmenagogue, parturien, relaksan uterus
Sistem Saraf / EmosiAntikonvulsan, antidepresan7, ansiolitik, afrodisiak, euforik, nervin, sedatif
Manfaat Umum LainnyaAntibakteri8, antijamur9, anti-inflamasi10, antinociceptive, antispasmodik
*Untuk penjelasan istilah aksi terapeutik dalam tabel, lihat Bab Pertama: Membangun Hubungan dengan Minyak Atsiri.

Sistem Tubuh Yang Dipengaruhi: Muskuloskeletal, Reproduksi (Perempuan), Saraf

Informasi BlendingInformasi Blending
Deskripsi aromaManis, beraroma kacang, bunga, earthy
Blending factor2, 3
Blending notesMiddle note, base note
Cocok dipadukan denganBasil ct. linalool, bergamot, bergamot mint, black pepper, cardamom, German chamomile, ginger, goldenrod, grapefruit, lavender, mandarin, peppermint, rose (oil dan absolute), sweet fennel, sweet marjoram, vetiver
Pengganti yang disarankanGeranium, sweet fennel, tarragon
Indikasi UtamaDetail
KulitEksim akibat stres, peradangan kulit, kulit menua, kerutan, produksi sebum berlebih, kulit kering dan gatal (C+++)
Sistem KardiovaskularVarises, wasir (terutama jika disertai kejang), kapiler pecah (C+++, RS+++)
Sistem MuskuloskeletalNyeri otot, radang sendi, rematik, nyeri tulang kering, kejang, kram, linu panggul, Carpal Tunnel Syndrome, plantar fascistis (C+++)
Sistem PernapasanSerangan asma (mengurangi kejang pada saluran bronkial) (C+++, I+++)
Sistem Reproduksi dan EndokrinGangguan siklus menstruasi, PMS dan gangguan terkait, kram, menopause, persalinan, impotensi, dismenore, hot flashes, keringat malam, iritabilitas hormonal dan ketidakseimbangan, amenore (C+++, I+++, Fb++)
Sistem SarafSedatif, tonik saraf saat kelelahan, kecemasan, ketegangan, migren, sakit kepala, kelemahan, masa pemulihan, insomnia, depresi (I+++, C+++, Fb++, D+)
Psikis/EmosiEuforik, mudah marah, kelelahan mental, gangguan kecemasan, insomnia, depresi, depresi pasca-melahirkan, kelelahan akibat terlalu banyak bekerja, masalah seksual, hiperaktivitas, ketidakseimbangan emosi, dan stres. Dapat membantu seseorang menjaga jarak dari masalah serta terhubung dengan impian mereka (I+++, Fb+++, D+++, C+).
C – cutaneous (melalui kulit)
D – diffusion (melalui udara)
FB – foot bath (rendam kaki)
I – inhalation (melalui pernapasan)
O – oral (dengan ditelan)
RS – rectal suppository (melalui anus)
SI – steam inhalation (inhalasi uap)
Sp – spritzer (semprot)
Sz – sitz bath (rendam duduk)
VP – vagina pessarium (melalui organ vagina)
Tingkat rekomendasi penggunaan:
+++ sangat disarankan
++ disarankan
+ pendukung

Penelitian

Penelitian pada Manusia

  • Inhalasi minyak atsiri Clary Sage (Salvia sclarea) berpotensi bermanfaat bagi perempuan menopause maupun individu lain yang mengalami depresi. Sebuah studi tahun 2014 yang dipublikasikan di Phytotherapy Research menunjukkan bahwa inhalasi minyak ini dapat meningkatkan kadar serotonin (5-HT) sekaligus menurunkan kadar kortisol plasma secara signifikan. Penelitian melibatkan 22 perempuan menopause berusia 50-an, yang dibagi menjadi kelompok normal dan kelompok dengan kecenderungan depresi. Setiap peserta diminta menghirup 0,1 ml minyak atsiri clary sage pada kain kasa selama 5 menit. Minyak yang digunakan mengandung 63,58% linalyl acetate dan 20,99% linalool, dengan komponen minor (<3%) seperti β-caryophyllene, geraniol, dan α-terpineol. Meski ukuran sampel kecil dan tidak ada peserta dengan depresi berat, hasil penelitian ini mendukung potensi aktivitas antidepresan minyak atsiri clary sage.12
  • Sebuah studi tahun 2012 yang dipublikasikan di Journal of Obstetrics and Gynaecology Research menemukan bahwa pijat perut mandiri dengan minyak atsiri efektif mengurangi nyeri haid pada perempuan dengan dismenore primer. Penelitian ini melibatkan 48 wanita berusia 19–45 tahun yang dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok pertama menggunakan campuran minyak atsiri lavender, clary sage, dan marjoram (rasio 2:1:1, konsentrasi 3%) dalam krim jojoba tanpa pewangi, sedangkan kelompok kontrol menggunakan krim jojoba berpewangi sintetis. Pijat dilakukan dengan mengoleskan 2 gram krim ke perut setiap hari. Penilaian nyeri menggunakan skala numerik dan verbal dilakukan sebelum, selama, dan sesudah siklus menstruasi. Hasilnya, kelompok aromaterapi mengalami penurunan durasi dan intensitas nyeri secara signifikan, bahkan tidak lagi membutuhkan analgesik setelah intervensi. Analisis kimia menunjukkan komponen utama campuran adalah linalyl acetate (36,84%), linalool (22,53%), eucalyptol (17,21%), α-terpineol, dan β-caryophyllene. Para peneliti menyimpulkan bahwa efek analgesik terutama berasal dari senyawa aktif minyak atsiri melalui penghambatan prostaglandin dan aktivitas anestesi lokal (penyerapan transdermal). Selain itu, aromaterapi juga dinilai membantu menurunkan kecemasan dan menstabilkan sistem saraf otonom.13
  • Sebuah uji coba terkontrol plasebo yang dipublikasikan pada tahun 2006 di Journal of Alternative and Complementary Medicine melaporkan bahwa pijat perut mandiri dengan minyak almond yang dicampur minyak atsiri lebih efektif meredakan dismenore dibandingkan pijat dengan minyak almond saja. Penelitian ini melibatkan 67 mahasiswi dengan nyeri haid minimal 6/10 pada skala analog visual, yang dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok eksperimen melakukan pijat mandiri menggunakan 5 cc minyak almond ditambah 2 tetes lavender (Lavandula officinalis), 1 tetes rose (Rosa centifolia), dan 1 tetes clary sage (Salvia sclarea). Kelompok plasebo hanya menggunakan minyak almond, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan. Penilaian nyeri dilakukan dengan skala analog visual, sementara gejala dismenore dinilai melalui skor multidimensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok aromaterapi mengalami penurunan nyeri yang signifikan, terutama pada hari pertama dan kedua menstruasi, dengan skor nyeri turun dari 7,40 menjadi 4,26 setelah pijat aromaterapi.14
  • Salah satu kelemahan studi sebelumnya adalah variasi hasil karena pijat dilakukan sendiri oleh peserta. Untuk mengatasi hal ini, sebuah penelitian tahun 2012 yang dipublikasikan di Pain Management Nursing menggunakan pijat perut terstandarisasi, dilakukan oleh terapis yang sama pada waktu yang sama setiap hari. Studi ini berbentuk uji silang acak dengan 44 peserta dismenore, yang menerima pijat perut 15 menit menggunakan minyak lavender atau petrolatum netral. Penilaian nyeri dengan skala VAS dilakukan sebelum dan sesudah perawatan, selama tiga siklus haid: siklus pertama sebagai pengamatan, siklus kedua kelompok pertama menerima pijat aromaterapi dan kelompok kedua plasebo, lalu siklus ketiga perlakuan ditukar. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nyeri lebih signifikan pada pijat dengan minyak lavender (dari 82,38 ke 51,13) dibandingkan dengan plasebo (82,38 ke 74,31).15
  • Dalam sebuah studi kecil yang melibatkan 15 wanita pascamenopause, setiap partisipan pertama-tama terpapar dengan kondisi kontrol selama 20 menit, lalu diikuti oleh paparan minyak atsiri Clary Sage selama 20 menit. Hasilnya menunjukkan bahwa stimulasi penciuman oleh clary sage dapat meningkatkan konsentrasi oksitosin dalam air liur, yang berperan dalam perasaan tenang, kelekatan emosional, dan pengurangan stres.16
  • Dalam uji coba kecil yang bersifat acak, tersamar ganda, dan terkontrol (small double-blind, randomized, controlled trial), 34 pasien wanita dengan inkontinensia urin diacak ke dalam tiga kelompok: inhalasi minyak atsiri lavender, clary Sage, atau minyak almond sebagai kontrol, masing-masing dalam konsentrasi 5% (vol/vol). Parameter yang diukur sebelum dan sesudah inhalasi selama 60 menit mencakup tekanan darah sistolik dan diastolik, denyut nadi, laju pernapasan, dan kadar kortisol air liur. Hasilnya menunjukkan bahwa inhalasi uap clary sage 5% secara efektif mengurangi stres yang terjadi selama pemeriksaan urodinamik pada pasien wanita dengan inkontinensia urin.17

Studi pada Hewan

  • Minyak atsiri clary sage menunjukkan aktivitas antidepresan pada tikus Sprague-Dawley dalam forced swim test (FST). Konsentrasi 5% terbukti paling efektif melalui jalur dopaminergik. Studi lanjutan masih diperlukan untuk mengembangkan temuan ini.18
  • Isolat sclareol menunjukkan antivitas anti-inflamasi dan antioksidan19

Daftar Pustaka

1Khela, S. 2013. Salvia sclarea. The IUCN Red List of Threatened Species 2013e.T203262A2762660 Downloaded on 22 October 2020.

2Salvia sclarea. (n.d.). Missouri Botanical Garden. Retrieved August 26, 2020, from https://www.missouribotanicalgarden.org/PlantFinder/PlantFinderDetails.aspx?taxonid=281426

3Dzamic, A., Sokovic, M., Ristic, M., Grujic-Jovanovic, S., Vukojevic, J., Marin, P. D. (2008). Chemical composition and antifungal activity of Salvia sclarea (Lamiaceae) essential oil. Archives of biological science Belgrade, 60(2), 233-237.

4Sharopov, F.S. and Setzer, W.N. (2012). The essential oil of Salvia sclarea L. from Tajikstan. Records of natural products, 6(1), 75-79.

5Sienkiewicz, M., Gtowacka, A., Poznanska-Kurowska, K., Kaszuba, A., Urbaniak, A., Kowalczyk, E. (2015). The effect of clary sage oil on staphylococci responsible for wound infections. Advances in dermatology and allergology, 32(1), 21-26. doi: 10.5114/pdia.2014.40957.

6Sharopov, F.S. and Setzer, W.N. (2012). The essential oil of Salvia sclarea L. from Tajikstan. Records of natural products, 6(1), 75-79.

7Seol, G.H., Shim, H.S., Kim, P.J., Moon, H.K., Lee, K.H., Shim, I., Suh, S.H., Min, S.S. (2010). Antidepressant-like effect of Salvia sclarea is explained by modulation of dopamine activities in rats. Journal of ethnopharmacology, 130(1),187-90.

12Lee, K.-B., Cho, E., Kang, Y.-S. (2014). Changes in 5-hydroxytryptamine and cortisol plasma levels in menopausal women after inhalation of clary sage oil. Phytotherapy research, 28, 1599-1605.

13Ou, M. -C., Hsu, T.-F., Lai, A.C., Lin, Y. -T., Lin, C. -C. (2012). Pain relief assessment by aromatic essential oil massage on outpatients with primary dysmenorrhea: a randomized, double-blind clinical trial. The journal of obstetrics and gynaecology research, 38(5), 817–22.

14Han, S.-H., Hur, M. -H., Buckle, J., Choi, J., Lee, M.S. (2006). Effect of aromatherapy on symptoms of dysmenorrhea in college students: A randomized placebo-controlled clinical trial. Journal of alternative and complementary medicine, 12(6), 535–41.

15Apay, S.E., Arslan, S., Akpinar, R.B., Celebioglu, A. (2012). Effect of aromatherapy massage on dysmenorrhea in Turkish students. Pain management nursing, 13(4), 236–40.

16Tarumi, W. & Shinohara, K. (2020). The effects of essential oil on salivary oxytocin concentration in postmenopausal women. Journal of alternative and complementary medicine, 26(3), 226-230.

17Seol, G. H., Lee, Y. H., Kang, P., You, J. H., Park, M., & Min, S. S. (2013). Randomized controlled trial for Salvia sclarea or Lavandula angustifolia. Journal of alternative and complementary medicine, 19(7), 664–670.

18Seol, G.H., Shim, H.S., Kim, P.J., Moon, H.K., Lee, K.H., Shim, I., Suh, S.H., Min, S.S. (2010).

19Huang, G.-J., Pan, C.-H., Wu, C.-H. (2012). Sclareol exhibits anti-inflammatory activity. Journal of natural products, 75, 54-59.